Pak Supianto yang saya kenal


Visoner, itu adalah gambaran sosok Pak Supianto Tohir yang saya kenal, semangat nya yang menggebu-gebu, optimistis dan pantang menyerah. Beliau adalah pendiri Yayasan BIM tahun 2002. Saat kader kader muda tumpah ruah di kawasan industri Manis.

Awalnya beliau menjadi fasilitator setiap kegiatan rohis perusahaan di kawasan Manis. Saat itu saya menjadi sekretaris umum Mata Manis (Majelis Talim Kawasan Industri Manis) kami sering meminjam Assalam untuk kegiatan kajian Islam baik rohis Dynamitra maupun Mata Manis. Pak Yanto lah yang memfasilitasi kegiatan kami tersebut.

Launching BIM Juli 2002 di Masjid Al-Furqon 

Hingga akhirnya beliau mencetuskan perlunya lembaga sosial berbadan hukum sehingga arah perjuangan menjadi jelas. kemudian di bulan Juli 2002 bertempat di masjid Al-Furqon Pasirandu, disamping rumah beliau 6 kelompok halaqoh berkumpul mendeklarasikan berdirinya BIM. Kemudian pada Oktober 2002 dengan kerja keras beliau BIM memiliki landasan hukum.

Pak Yanto yang memperkenalkan konsep yayasan kepada kader muda saat itu yang masih 'tabu' berurusan dengan legalitas. Beliau juga yang bergerak aktif mencari dana dan menggali informasi bersama rekan kami Mulyono. BIM terus dikenal bahkan saat peresmiannya turut hadir ketua UPT Dinas Pendidikan sebagai simbol dari perwakilan pemerintahan.

BIM langsung melebarkan sayap ke berbagai kecamatan

Pak Yanto adalah guru dan sahabat kami dengan semangatnya yang terus menggelora. Hingga ditahun 2004 beliau meninggalkan BIM dan memilih fokus berjuang dijalur politik, saya bersama pak taufiq dan rekan rekan lainnya memilih fokus mempertahankan keberadaan BIM.

Meski tak bersama kami lagi di BIM, tapi kiprah beliau dan semangat beliau tetap bersemayam sampai kapanpun BIM berdiri.

Mohon do'a dan dukumgannya untuk guru kami yang visioner. Supianto untuk Pandeglang yang lebih baik.



Pak Rispanel Arya yang saya kenal


Dulu beliau dikenal dengan sebutan Pak Rizal, saya mengenal beliau ketika saya menjadi ketua Garda Keadilan DPC Curug tahun 1999 dan beliau dalah ketua DPC Curug saat itu. Saya masih ingat beliau dengan baju medis nya rutin bertandang dengan motor vespanya kekantor DPC -yang sekarang menjadi Alfamart pasar kaget Binong. 

Pak Rispanel adalah sosok ketua DPC yang lembut dan mengayomi remaja-remaja yang bergabung di Garda Keadilan saat itu. Remaja masjid Binong menjadi mesin penggerak, bahkan kader muda di Binong menjadi kader terbanyak dan teraktif di lingkungan Curug. Saya masih ingat gaya beliau menegur para kader muda yang masih menjadi perokok. Dengan keterbatasan dana saat itu, beliau juga mengorbankan baju putih seragam medis beliau untuk menjadi rompi-rompi untuk Garda Keadilan. Jas dokter kami potong dan kami bawa ke tukang jahit untuk disulap menjadi rompi.

Beliau juga yang mengajari karate kader muda saat itu setiap ahad di belakang masjid Al Hijrah, semangat beliau dalam da'wah terlihat dan wajahnya yang selalu memancarkan auara optimistis. Kami juga belajar bisnis dari beliau, saat beliau mendirikan toko buku Senyummuslim di Karawaci.

Saat  tahun 1999 PK dan PAN memliki sedikit permasalahan di Binong karena gerbong remaja masjid yang tadinya simpatisan PAN berubah haluan ke PK, saya ingat Pak Rispanel datang mengunjungi pak Zarkasy sebagai tokoh PAN untuk bersilaturahim, disitu saya belajar politik yang santun.

Tahun 2002 setelah saya menikah, saya melepas Garda Keadilan dan aktif pada yayasan baru yang didirikan bersama para kader saat itu. Pak Rispanel kami amanahi sebagai Pengawas yayasan.

Ustadz Rispanel Arya Pengawas Yayasn
Kenangan yang masih sangat terekam jelas di benak saya, adalah ketika yayasan yang kami kelola menghadapi masalah internal. Beliau selaku pengawas Yayasan dengan mengendarai Espassnya datang ke sekretariat kami di depan Masjid Darul Ulum Kadu. Suasana yang tadinya panas membara mendadak sejuk dengan kebijakan beliau menyelesaikan masalah.

Pak Rispanel bagi saya mungkin tak jago beretorika, namun gaya kepemimpinan beliau sungguh luar biasa sehingga membekas dalam diri saya sampai saat ini.

Saya senantiasa berdo'a dan berharap Ustadz Rispanel Arya dapat lagi mengemban amanah di tahun 2019. Ayo dukung Rispanel Arya untuk Tangerang yang lebih baik.




Ustadz Ade Marfuddin yang saya kenal



Menyebut nama ustadz Ade, saya jadi teringat 22 tahun silam, tepatnya tahun 1996 saat saya besentuhan pertama kali dengan Remaja Masjid. Masjidnya sederhana tapi program-programnya dalam membina remaja jauh lebih moderen di masanya. Ustadz Ade adalah salah satu pengurus DKM saat itu bahkan sampai kini. Keistiqoomahan yang luar biasa.

Masih teringat saat beliau begitu semangat mengisi kajian remaja dengan fikroh-fikroh baru, katanya menghujam kalbu dan menarik hasrat otak untuk berfikir lebih dalam makna yang terkandung didalamnya. Remaja Masjid Al-Fath (RISMAF) saat itu menjadi barometer kemajuan di Desa Binong. Saya bukan sekedar mengenal materi apa itu 'Ma'rifatullah' dan Ma'rifatul Islam tapi juga AD ART organisasi, badan otonomi dan ratusan istilah yang dulu 'masih aneh' terdengar di telinga.

Pelantikkan saya sebagai ketua  umum RISMAF tahun 1997


Kebijaksanaan ustadz Ade yang membuat kami saat itu 'tergoda' mengenal tarbiyah. Tahun 1997 tarbiyah masih begitu 'langka' tapi ukhuwah di tahun ini sangat 'mempesona'. Masih teringat ketika teman halaqoh kita tak hadir, keesokan harinya kita datang menjenguk. Saat itu ketika menghadiri liqo kami berjalan kaki, beriringan satu sama lain. Indah dalam suasana Binong yang masih sepi dan temaram.

Pesona Ustadz Ade yang membuat para remaja bergabung dalam tarbiyah, hingga ketika jumlah remaja masjid yang bergabung dalam tarbiyah semakin banyak. kami akhirnya dibentuk kelompok terpisah dan saya beserta teman teman remaja masjid Al-Fath justru mendapatkan tempat liqo baru di masjid di blok K, dulu tempat liqo kami dari masjid ke masjid. Masjid Al-fath, Masjid Al-Jihad, Masjid Al Hijrah dibawah asuhan ustadz Taufiq. 

Justru karena berkeliling itulah, kami saling mengenal remaja masjd satu sama lain, saya yang saat itu menjadi ketua Remaja Masjid Al-Fath berkonsultasi dengan ustadz Ade sebagai pembina untuk membentuk Badan Kontak Remaja Masjid, akhirnya terbentuklah 'PARIS' Pengajian antar remaja Islam se Binong Permai dan lagi-lagi saya diamanahi sebagai ketua umum.
Ustadz Ade saat mengisi ceramah di acara BIM

Pada 20 Juli 1998, ketika PK dideklarasikan di Masjid Al Azhar, sebagian besar kami berangkat menjadi saksi berdirinya era baru. Era keterbukaan dan saat itulah perjalaan tarbiyah kami masuk kedalam medan dakwah yang lebih luas. Di kalangan remaja masjid Binong Permai pernah terjadi gesekan antara PAN dan PK penyebabnya adalah saat PAN berdiri dengan pesona Amin Raisnya maka banyak kalangan remaja masjid mendukung PAN. Namun saat PK bediri dan kami diinstruksikan untuk menjadi pendukungnya, maka gesekan itu terjadi. Saya ingat ketika Pak Ade dengan santun menyelesaikan masalah ini dengan Pak Bambang dan Pak Zakarsy. Bahkan Pak Rizal (Pak Rispanel) saat itu mengunjungi rumah Pak Zakarsy. Saat itu saya sedang berada disana juga. Disitulah saya belajar politik yang santun.

Pergerakan remaja masjid yang marak di Binong Permai tahun 1996,  hingga terbentuknya kader-kader muda tarbiyah di tahun 1998 tak lepas dari sosok Ustadz Ade. Saya berani mengeluarkan statemen ini karena saya saat itu bagian dari sejarah sebagai ketua umum Rismaf dan PARIS di era tersebut. Banyak remaja dan pemuda yang 'tersentuh' tarbiyah karena 'hujjah' ustadz Ade yang dapat membangkitkan 'ghiroh' para remaja dan pemuda yang mengikuti ta'lim-ta'limnya.

Saat pak Ade diamanahi menjadi ketua DPD Kabupaten Tangerang, saya selalu menemani beliau melakukan kunjungan sosialisasi. Saat itu kendaraan beliau motor GL Pro, yang setia menjadi tunggangan da'wahnya kemanapun beliau pergi.  

Peresmian BIM Center oleh Ustadz Ade

Pada Februari 2002 saya menikah dan harus meninggalkan Binong. Ustadz Ade pula yang menjadi saksi pernikahan saya dan istri. Pada Juli 2002 saya dan beberapa kader di Curug membuat Yayasan sosial atas prakarsa Supiyanto Tohir. Disini pula saya dan rekan rekan mengangkat Ustadz Ade sebagai Pembina Yayasan.

Setelah pemilu 2004 saya memilih menjaga eksistensi yayasan sosial yang saat itu ditinggal sebagian besar pengurusnya karena aktif di Partai. Pemikiran saya saat itu yayasan membutuhkan orang-orang yang fokus untuk tetap mempertahankan keberadaannya. Apalagi banyak kader yang menjelang pemilu membuat yayasan namun saat setelah pemilu, yayasan ataupun lembaga sosialnya ikut raib ditelan masa. Bagi saya ada atau tidak adanya pemilu lembaga sosial harus terus berjalan dan yang paling penting adalah lembaga sosial itu harus independen. Insya Allah kita tetap bisa bersinergi.
Ustadz Ade Marfuddin, Pembina Yayasan

Ustadz Ade bukan sekedar guru, namun juga sahabat dan orang tua bagi kami, bagi para remaja masjid yang pernah bernaung di rumah Allah yang bernama Masjid Al-Fath.

Ustadz Ade  saat ini sedang mengemban amanah sebagai Caleg DPR RI dari wilayah Tangerang. Dengan segala ketulusan do'a setiap sholat saya meminta kepada Allah semoga ustadz Ade Marfuddin dapat melangkah menuju Senayan untuk Indonesia lebih baik. 

Mari dukung Ustadz Ade Marfuddin nomor urut 7 dari PKS untuk DPR RI yang lebih baik!



Ci yu Pak Adit

Itu jarinya sopan amat mas.. hehe

Ci yu apasih? itu sebenarnya bahasa Inggris (see you) saya tidak mau menggunakan kata Good bye jika ada teman yang resign. Begitu juga dalam kamus hidup saya tidak ada kata 'mengundurkan diri' justru jika kita keluar dari suatu tempat kita bekerja dan menemukan peluang ditempat baru untuk lebih berkembang itu namanya 'memajukan diri'.

3 lelaki tamvan yang sold out.. wkwkwk

Jadi istilah 'resign' dari pekerjaan lama dan pindah untuk berkembang dipekerjaan baru itu bukan mengundurkan diri namanya tapi memajukan diri.

Lah ini bahas apa sih kagak jelas!

Sahabat saya Pak Adit, akhirnya memutuskan untuk mencari peluang berkarya ditempat lain. Kami saling mengenal telah lama. Banyak hal yang telah kami diskusikan bersama tentang sekolah.  Beliau adalah teman yang asyik buat diskusi. Apapun yang menjadi pilihan beliau semoga beliau tetap maju dan terus berkembang di tempat barunya.

Kolaborasi yang mengesankan

Masih ingat saat Culture festival 2 tahun lalu saya berkolaborasi dengan beliau dalam pentas angklung dan akhirnya kelas saya juara. Terimakasih ya. Pengalaman yang sangat mengesankan.


Sampai jumpa Pak Adit di tangga kesuksesan selanjutnya.

See you on the top Mr. Adit


Yuk Daftar di SMP Al-Azhar Syifa Budi TB



Ayah bunda, ada informasi penting nih!
SMP Al-Azhar Syifa Budi sudah buka Pendaftaran Peserta didik Baru, Yuk Gabung. Apalagi tahun Pelajaran 2019 nanti kita akan ada program  dahsyat namanya Pesantren Bestari. Jadi peserta didik akan mendapatkan materi tambanhan layaknya di pesantren.

Yuk Daftar segera dan manfaatkan diskon setiap bulannya. 

 Informasi pendaftaran bisa menghubungi nomor telepon diatas dan untuk informasi kegiatan bisa melalui IG @smpasbatari dan youtube channel @smpasbatari

Contoh kegiatan di SMP Asbatari




Contoh penampilan para peserta didiknya

Info lanjut datang langsung yuk.. ini rutenya


 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Best Buy Coupons | Re-Design by PKS Piyungan